WEALTH

BANKKU WEALTH Performance vs IHSG in 2017

Values and Philosophies

11/7/2018

Pelemahan Rupiah yang terjadi sejak awal tahun cukup membingungkan banyak orang. IHSG sepanjang tahun ini juga sangat bergejolak. Jika anda sering membaca informasi yang tersedia, anda seharusnya sudah mengantisipasi akan pelemahan Rupiah tersebut. Sejak tahun December 2015 Amerika, khususnya the Fed, mulai dengan yang disebut “normalizing policy”. The Fed berencana menaikan suka bunga secara perlahan. Di pertengahan tahun 2018, the Fed telah menaikan bunga acuan sebanyak dua kali menjadi 2%. Pertama pada 22 Maret 2018 dan kedua pada14 Juni 2018. Di sisa tahun 2018 kemungkinan akan ada kenaikan 1-2 kali lagi. Warren Buffett menjelaskan bahwa suka bunga bertindak seperti gravitasi. Jika suku bunga naik, valuasi saham akan menjadi kurang menarik. Pemerintah Amerika mentargetkan inflasi 2%, tetapi setelah inflasi naik, akan sulit untuk menjaganya disana. Di luar itu, perbedaan antara 10-year bond yield dan 1-year yield juga semakin mengecil karena the Fed mendorong bunga acuan jangka pendek tetapi pendorongan ini tidak menyebabkan kenaikan bond yield di jangka panjang. Jika 10-year bond yield di bawah 1-year bond yield, biasanya itu menunjukan sebuah resesi. Kondisi yang terjadi sekarang lebih disebabkan oleh faktor ekternal, itu mengapa sangat penting untuk mengerti faktor ekternal tersebut. 

Ke depan, the Fed masih berencana menaikan tingkat suku bunga Amerika. Secara tidak langsung suku bunga Indonesia akan beriring naik. Kenaikan suku bunga Indonesia yang sudah terjadi akan berlanjut. Pelemahan Rupiah tidak akan berhenti dalam jangka pendek. Salah satu value investor tersukses di dunia, Warren Buffett, sedang memegang uang tunai sekitar $100 billion dollar dan Bill Gates memastikan bahwa Amerika akan mengalami financial crisis seperti 2008. Kapan? Tidak ada yang akan tahu. Walau tidak ada yang akan tau ataupun bisa memprediksikan masa depan,kita selalu bisa mengantisipasinya . Saat ini Bankku menyiapkan posisi so “when it rains gold,” we can “put out the bucket, not the thimble.”

Disclaimer On

15/8/2018

Warren Buffett’s Rule No 1 adalah “Never lose money.” Sebuah saham yang nilainya turun 50% harus bertumbuh 100% untuk nilainya kembali ke awal. Maka jangan pernah lupa Warren Buffet’s rule no 1 dan rule no 2.

Setiap orang ingin menjadi investor sukes tetapi apakah definisi seorang investor sukses? Seorang investor bisa di bilang sukses jika dia mencapai imbal hasil diatas rata-rata secara konsisten. Untuk mencapainya, pemilihan saham penting tetapi struktur sebuah portfolio yang juga disebut money management sama pentingnya. Memilih saham perusahaan di harga yang baik penting tapi sama pentingnya untuk mengukur resiko dalam berinvestasi. Melindungi nilai investasi dari kejadian yang tidak terduga seperti inflasi dan flaktuasi rupiah juga perlu dipikirkan supaya “purchasing power” yang kita miliki tidak hilang.

Di jaman informasi, dimana berita bisa begitu cepat menyebar, ada banyak orang maupun analist dari sekuritas yang akan selalu memberikan rekomendasi saham. Setiap hari, tidak akan susah untuk mendapatkan berita ataupun ide investasi dari sekeliling. Semua tergantung dengan anda. Apakah anda akan meresponse berita tersebut atau tidak. Warren Buffett bilang, “The stock market is no-called-strike game. You don’t have to swing at everything---you can wait for your pitch.” Are you swinging at everything? Or are you waiting for your fat pitch?

Disclaimer On